Hompimpa Alaium Gambreng

Seorang anak terbungkuk badannya

Mengira-ngira, siapa gerangan yang genggam batunya

Sir sir pong dhele gosong

Terbahak ia saat bisa menebaknya

 

Aku lari sembunyi dibalik pohon mahoni

Berharap aku tak ditemukan

Sampai nyaris akhir petak umpet dimainkan

 

Biji dakon berjatuhan

Satu per satu pada lubang dalam papan

Bola beradu lantai

Bekel berserak sebentar dipunguti

Lepas aku tegopoh

Bermain bentengan, lawan terkecoh

 

Permainanku bukan sekedar senda gurau

Budi dan akal kuasahkan di sana

Warisan leluhur nusantara

Tetap lestari, meski hanya dalam gawai

 

Hompimpa alaium gambreng

Dari Tuhan kembali ke Tuhan, mari bermain