Kala Anak-Anak Mau Bobok

Tak mudah menidurkan seorang anak, proses yang panjang dan tenang sangat dibutuhkan. Jika satu saja butuh kesabaran, bagaimana pula dua anak?

Lima bulan lebih sejak saya resmi menyandang status ayah dari dua orang anak laki-laki ganteng, kehebohan malam hari terus saja menyapa kami dengan manisnya. Salah satu tantangan baru yang harus kami hadapi adalah prosesi menidurkan dua orang jagoan ini. Bukan perkara mudah tetapi juga tak terlalu sulit. Tak mudahnya, kedua anak ini sama-sama menginginkan dikeloni sang bunda. Lah, bapaknya? Terpaksa mojok sambil ngupil. Meratapi nasib. Bau badannya terlalu pekat untuk dijadikan pengantar tidur.

Berbekal pengalaman selama lima bulan ini, saya bisa sedikit berbagi tips bagi para Ayah yang punya dua anak kecil, khususnya yang usianya tak terlalu jauh. Lebih khusus lagi, yang keduanya adalah laki-laki. Terkhusus lagi, yang keduanya terlanjur fall in love with their mom’s scent.

Pertama, Cermati Anak Mana yang Lebih Mengantuk

Kalau si kakak yang lebih teler, biasanya, urusan akan lebih mudah. Kebanyakan adegan yang terjadi adalah si kakak cemburu dan tidak memperbolehkan Bundanya menyusui adek. Saya akan menggendong atau mengajak interaksi si bungsu saat bundanya me-ninabobok-an si kakak. Saat si kakak terlelap, bunda bisa fokus menyusui si kecil.

Lain halnya jika si kecil yang mengantuk duluan. Pastikan kita bisa mengalihkan perhatian kakaknya, ajak ke mana kek, bermain lego, menggambar dinosaurus, membaca buku, atau ajak melihat langit malam yang syahdu. Upayakan si kakak benar-benar berjarak dari tempat adiknya ditidurkan. Tak perlu sampai 5 kilometer juga. Yang penting, suara-suara kecil dari si kakak tak akan membangunkan adiknya. Saat si kecil sudah tidur? Jangan tenang dulu, tetap jaga agar si kakak tidak mengganggu adiknya.

Kesalahan memprediksi mana yang ngantuk duluan ini kadang yang bikin gaduh. Si kakak sudah mengantuk, eh malah adiknya yang dikeloni. Rame deh!

Kedua, Cari Hal-Hal yang Mempercepat Proses Tidur Anak

Obat tidur tidak termasuk ke dalam tips ini. Ada banyak tips menidurkan anak, salah satunya dengan mengusap-usapkan tissue lembut ke wajah anak. Saya pernah mencoba tetapi bukannya segera tidur, si bungsu malah ketawa-tawa. Dan si kakak ngeliat sambil nyinyir: apaan sih ayah geje. Dari pengalaman saya pribadi, anak-anak cenderung lebih mudah tidur jika kecapekan. So, buat mereka capek! Eng… gak gitu juga sih. Cukup siapkan fisikmu untuk meladeni si kakak bermain. Jangan bosan dengan tingkah polahnya. Sampai dia capek, kemudian terkapar dengan sendirinya.

Untuk si kecil, bisa dengan membuat ayunan memakai keranjang rotan, atau stroller yang bisa disetting menjadi ayunan. Dia bakalan keenakan diayun dan tau-tau tidur. Termasuk ayahnya ikut tidur sekalian.

Ketiga, Pikiran Harus Tenang

Yang dimaksud tenang di sini termasuk jangan baper. Yang di kantor habis disemprot oleh atasan, atau tiba-tiba kuota internet hilang, SPD dibatalkan, jangan dibawa perasaan, Bro. Move on. Anak-anak adalah makhluk yang peka, mereka bisa dengan amazing merasakan kegelisahan orang-orang di sekitarnya. Saat-saat mau bobok adalah masa yang krusial. Transisi dari terjaga ke istirahat, rawan. Sekalinya salah satu menangis, biasanya akan menular.

Terus jaga kekompakan ayah-bunda, jangan malah berantem apalagi cuma gara-gara rebutan potongan terakhir martabak. Pengalaman saya, ketika kita fresh, plong, dan selow-going, anak-anak bisa bobok dengan proses yang mulus-mulus saja. Beda halnya saat pikiran diliputi oleh kekalutan, anak-anak akan meresponnya dengan rawan menjadi rewel.

Keempat, Berbagi Peran dan Saling Support

Saat anak-anak mau tidur, ternyata bersamaan dengan final piala dunia U-77. Si bapak jangan menang sendiri, utamakan anak-anak. Finalnya nanti tonton di Youtube saja. Si emak juga sama, jangan gampang tergoda Panah Cinta yang Tertukar. Nonton di Youtube saja kalau anak-anak sudah tidur, rebutan sama bapak.

Intinya, bahu membahu. Jangan egois melihat pasangan kita menidurkan anak sendirian, bantu dia. Nanti kalau anak-anak sudah tidur, baru terasa lega. Plong. Romantis. Bebas. Uhuk uhuk.

Kelima dan yang Terpenting, Jangan Bobok Duluan

Bagi yang belum dikaruniai buah hati, tentu tak akan tahu rasanya: ngelonin anak, eh, dirinya sendiri yang bobok. Si anak malah glundung sana-sini. Iya, capek yang sangat, terutama bagi para bunda, seringkali memaksa mereka tak sengaja tidur duluan. Saya kerap mendapati istri sudah terlelap sementara si kecil asik menggigit-gigit ujung bantal. Tak jarang, saya yang ditegur istri karena mengorok duluan. Padahal dua menit sebelumnya masih mengayun-ayun si kecil. Si kecil sendiri? Malah hampir menggelundung. Maafkan saya, Bunda, seharian capek menghitung honor kegiatan.

Yang namanya tertidur tentu tak disengaja. Namun, tertidur saat menidurkan anak tetap harus dihindari. Bagi anak-anak, tidur adalah fase penting dalam tumbuh-kembang mereka. Pastikan kita mengantarkan mereka menuju tidur yang indah dengan proses yang tenang. Tidur yang cukup akan membuat mereka nyaman dan tumbuh dengan baik. Pastikan juga kita siap dengan senyum terindah saat mereka membuka mata keesokan harinya. Menyambut hari yang baru, dengan kasih sayang baru, dan pengasuhan yang baru. Jadikan rekahan tawa mereka di pagi hari sebagai penyemangat kita supaya tidak terlambat menempelkan telunjuk kita di mesin absensi dan tukin senantiasa utuh. Eh!

Satu lagi yang sangat penting. Kalau anak-anak sudah tidur, si Ayah juga bisa tidur dengan tenang. Itu saja.

Salam Ayah Senang.

Muhammad Fauzi Iqbal

kantor yang hakiki itu ya di rumah

  • Rd.

    Nidurin anak sahaja jd rumit gini hehe kalo poin yg nomer lima saya beberapa kali kejadian, lah habisnya ngantuk 😅