Hujan Senin Pagi

aku adalah api
yang mati
dalam hujanmu
jadi genangan
jadi kenangan
jadi angan angan
lindap ditelan klakson
kopaja keparat itu

di kotamu,
angin meniupkan bau garam
camar terkantuk kantuk
dan waktu kian lapuk
seperti dermaga yang tua
penjaja rokok habis modalnya
bulan pucat pasi
tersangkut pucuk cemara

tahukah kau matahari
terlambat datang pagi ini?
tahukah kau kenapa cinta
jadi perkara?
tahukah kau kenapa aku
mencintaimu?