Talak 3: Belajar Ikhlas dari Mantan

Mari kita buka tulisan ini dengan anekdot yang mungkin telah ada ketika masa nama bioskop semacam ‘Dewi’ dkk. masih kita kenal, beberapa masa sebelum kita berdebat tentang bacaan yang tepat antara ‘Twenty One’, ‘Ex-Ex-Wan’, ‘Ex-Ex-I’, ‘Ex-Ex-Ai’, ‘Dua Satu’, ‘Duapuluh Satu’, atau ‘Kali Kali Satu’, “Duh bagaimana bisa nonton Talak 3, padahal saya belum nonton Talak 1 dan Talak 2?”

poster-talak-3

Talak 3 mengisi awal tahun 2016 dengan kisah tiga sahabat Bagas (Vino Bastian), Risa (Laudya Chintya Bella), dan Bimo (Reza Rahardian). Bagas dan Risa sepasang kekasih yang kemudian menikah lalu tak bisa selamat dari keegoisan pria yang dari Mars dan wanita mesti dimengerti dari Venus. Dalam emosi, Bagas langsung mengucap ‘talak tiga’, talak yang paling tinggi kastanya, talak yang menyediakan ruang buat rujuk menjadi lebih sempit dan sulit.

Talak tiga dalam Islam berarti perceraian, yang ketika sepasang suami-istri ingin rujuk lagi, maka sang istri harus menikah dengan lelaki lain terlebih dahulu. Bagas dan Risa yang awalnya mesti rujuk lagi demi bisnis ternyata menyadari bahwa percikan cinta mereka yang dulu masih ada. Akhirnya, segala cara akhirnya mereka tempuh agar bisa kembali bersama. Cara-cara yang mereka usahakan itu nyatanya buntu, mereka terpaksa memilih Bimo untuk menikahi Risa agar bisa rujuk dengan Bagas. Bimo, adalah sahabat Risa sejak kecil, yang ternyata pemuja rahasia yang tak pernah mengungkapkan cinta. Risa yang kemudian menyadari itu lalu mulai ragu. Sedangkan Bagas yang merasa posisi cintanya terancam mulai panik dan menghalalkan segala cara.

Di samping konflik segitiga Bagas-Risa-Bimo, film ini menampilkan fragmen tentang mereka yang berjuang hidup di kota-kota besar: tukang becak, anak jalanan, dan lain-lain. Ada juga sedikit kritik terhadap Kementerian Agama, yang sudah jadi rahasia umum, sebagai salah satu kementerian terkorup.

Film ini agak lemah pada karakter Basuki (Dodit Mulyanto) yang masih kurang lucu meski cukup menghibur. Juga Laudya Chintya Bella, yang meski teramat manis, sayangnya tetap belum bisa menggeser pesona Dian Satro. Pada akhirnya, Talak 3 menyajikan sikap dewasa tentang keikhlasan yang nyaris tidak mungkin kita temukan dalam kehidupan nyata (iya, ini kelemahan).

Saran saya buat para mantan: jangan menonton film ini jika reuni dan ketemu mantan saja kamu masih baper.