Sebuah Tanya tentang pertanyaan

Izinkan aku kembali menyindir waktu

Karena baginya, aku telah tak berdaya

Sama seperti baru saja

Setahun yang lalu, sepekan yang lalu

Sekejap yang lalu tak ada beda

Perulangan membuat urutan tak penting lagi

Ah Sudahlah …

Lalu baru saja, setelah 150 menit yang (selalu) biasa

Aku mulai meragu

Apakah benar tujuan telah menghampiriku?

Kelabu yang dulu begitu saru, terbaca

Jelas ketika kumenemukan diriku tiba dalam sendiri

Kemudian diriku memecah dalam kesunyian

Menghadirkan aku dan kamu

Kamu yang malang

Ketika ketidaktahuan menggiringmu ke dataran

Membuatmu lena dalam fatamorgana

Meringkusmu dalam kemenyerahan

Tak lama lagi dirimu akan menua dalam diam

Duduk sendri dalam lamunan

Mempertanyakan masa yang seolah lenyap

Terlipat

Terpotong

Bersama mimpi terdahulu

Kita sama-sama tahu

Tanya itu tak akan menemukan penjawabnya

Segera setelah aku menghilang berganti kamu

Lantas, kau memilih diam?

Ah … Bodohnya, aku menunggu kau mempertanyakan

Sama seperti menantimu bunuh diri

Aku mulai berpikir,

Apakah kau memang benar-benar perlu kubunuh?

Parepare, 31 Januari 2016