Si Gadis Pemberi Harapan, TMT

Kami baru pacaran beberapa bulan, sejak Februari 2015. Aku lupa tanggalnya. Maafkanlah saya yang tidak mampu mengingat tanggal pasti jadian, bukan karena dia tidak istimewa, justru karena kekasihku begitu berharga, lebih berharga dari sekedar tanggal. Yang ada di benakku hanyalah dirinya, wajahnya selalu menghiasi hariku siang dan malam.

Inisial gadis itu TMT, gadis kota periang dan pemberi sejuta harapan indah. Percayalah padaku, kau akan merasa bahagia bila bertemu dengannya. Bahkan senyummu bisa merekah hanya dengan mendengar namanya. Saat pertama kali kutahu namanya dari seorang kawan, kami sangat suka membicarakannya. Entah membicarakan segala hal yang berhubungan dengan TMT selalu menjadi topik yang asik saat pendidikan dulu. Dan ternyata TMT cukup populer di kalangan senior.

Salah satu seniorku, Rian, pernah bercerita pengalaman pertamanya bertemu dengan TMT. Tentu saja saat itu aku belum pernah bertemu dengannya. Bang Rian bilang TMT adalah gadis yang suka membuat orang lain menunggu. Aku tertegun mendengarnya, tak kusangka si cantik pemberi harapan ini punya hobi yang cukup buruk. Maksudku siapa orang di dunia ini yang suka dibuat menunggu. Tapi itu tak membuat keinginanku surut untuk segera bertemu dengannya. Dan saat yang kutunggu telah tiba.

Akhir November lalu, aku berangkat ke ibukota Jakarta untuk bertemu seorang kawan, inisialnya TKD. Pertemananku dan TKD hanya berawal dari sebuah situs on line Kementerian Keuangan. Dia orang yang cukup misterius dan penuh kejutan, kau tidak akan bisa menebak apa yang akan diperbuatnya besok hanya berdasar pengamatanmu atas apa yg dilakukannya hari ini. Si TKD ini suka bertingkah berbeda-beda tiap harinya, tapi justru itulah yang membuatku ingin menjadikannya sahabat. Alasan lain kenapa aku tertarik menjadikannya teman adalah karena TKD dan TMT ternyata sahabat karib. Mereka berdua tinggal satu kota. Itu berarti akhirnya aku bisa bertemu dengan si gadis pemberi harapan TMT.

Saat bertemu dengan TKD, dia bertingkah aneh. Cukup sulit bagiku menebak tingkahnya hari ini. Tapi cuma itulah caranya agar kami bisa menjadi sahabat, dan membuatnya mengenalkanku dengan si gadis. Usahaku mempelajari si teman yang misterius ini tak sia-sia, aku berhasil menaklukannya. TKD langsung mengajakku ke Istora Senayan. Aku tak paham tujuannya mengajakku kesana, tapi seperti yang kau tahu dia orang yang sulit ditebak. Aku hanya mengikutinya ke gedung yang cukup terkenal di ibukota itu.

Dan di sanalah aku bertemu dengan TMT untuk pertama kali. Ternyata TKD mengajakku ke rumah gadis itu yang kebetulan dekat dengan Istora. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Bertemu dengannya telah membuatku mabuk kepayang hingga lupa hobi buruk yang dimilikinya. Tak kupedulikan jika TMT ini suka membuat orang lain menunggu, toh aku hanya mendengarnya dari mulut orang lain. Yang kurasakan hanyalah bahagia ketika dia memberiku harapan-harapan yang begitu indah, dan tanpa sadar aku mengutarakan cintaku padanya.

Memang inilah hariku, si gadis pemberi harapan menerimaku sebagai kekasihnya. Dan ini juga hari saat penderitaan dimulai. TMT pergi dan memintaku untuk menunggunya kembali. Entah sampai kapan harus menunggu, si gadispun tak menjanjikan sampai kapan. Tapi mungkin inilah yang namanya cinta, aku masih mengagumi kekasihku hingga sekarang. Meskipun dia tega memintaku menunggu dengan harapan-harapan yang diberikannya saat kami bertemu. Sejujurnya aku bukan orang yang suka diperlakukan begitu, tapi cinta bisa merubah seseorang bukan?

Sekarang bulan Juni, sudah 4 bulan TMT menjadi kekasihku. Dan selama itu pula aku menunggu kabarnya. Hanya desas-desus yang kudengar tentang dia, ada yang bilang TMT sedang berkunjung ke rumah temannya yang berinisial SK CPNS. Hanya informasi itu yang benar-benar kupercaya, karena aku pernah mendengar nama SK CPNS. Dia gadis yang manis dan tak kalah populer dengan kekasihku. Sempat kutertarik untuk bertemu dan mengenalnya lebih dalam, tapi toh aku ini lelaki setia. Mana mungkin aku menduakan TMT.

Dan juga TMT dan SK CPNS memiliki kesamaan, sama-sama hobi membuat orang menunggu. Memacari salah satu dari mereka berdua rasanya sama saja, harus menunggu dengan ketidakpastian.

Akmal Aji Wahdan

Twitter: @Wahdan_Aji