Sebentar Lagi (Mutasi)

“Sebentar lagi.”

Saya baru saja menikmati secangkir kopi sachet murahan ketika seorang teman bertanya ke teman lain, “kira-kira mutasi kapan yah?” Dan jawaban itu yang kemudian muncul, “sebentar lagi.”

Pegawai Negeri Sipil di Kementerian/Lembaga Pemerintah Pusat (barangkali di Pemerintah Daerah juga) akan selalu berdeg-degan ria menunggu setiap isu mutasi, bagi mereka mutasi adalah permainan dadu para “dewa” akan nasib mereka. Bagi pegawai yang sudah lima tahun ke atas berada pada tempat tugas yang sama, ini adalah momen berharap semoga lemparan dadu membuat mereka kembali pulang, atau setidaknya mendekati rumah mereka. Bagi pegawai yang sudah nyaman menikmati hangatnya rumah hal yang sama juga melanda, mereka berharap semoga dadu yang dilempar adalah dadu keberuntungan mereka, sehingga bisa tetap berada dalam nyamannya rumah. Entah kenapa justru hal ini masih sering terjadi, ada beberapa orang yang memperoleh keberuntungan sehingga dadu-dadu nasib itu selalu menyelamatkan mereka untuk keluar dari kenyamanan rumah atau “kenyamanan” kota besar tempat mereka bertugas walau mereka sudah terhitung sangat lama di kota tersebut. Mungkin mereka adalah hamba terbaik para dewa (dan kaki tangan dewa), atau boleh jadi mereka sekedar beruntung saja. Namun itulah hidup, setiap orang menjalani takdirnya masing-masing.

Bagaimana jika lemparan dadu para dewa membuat kita harus melangkahkan kaki meninggalkan rumah yang kita cinta? Sebagai pegawai yang memiliki nasib itu selama sepuluh tahun lebih, ada beberapa trik yang ingin saya bagi.

1. Lihat Media Sosialmu

Di zaman sekarang ini, hampir semua dari kita terhubung melalui media sosial. Begitu mendapat kabar “buruk” tentang mutasimu dan setelah lelah hatimu mengumpat lemparan dadu para dewa, cobalah cek media sosialmu, mungkin ada teman lama yang ternyata tinggal atau bertugas juga di kota yang akan kau tuju, atau mungkin ada teman dunia mayamu yang ternyata tinggal di sana. Segeralah hubungi dia, jadikan teman nyata, tanyakan tentang kota yang akan kau tuju. Jika kamu jomblo lalu ternyata teman lama atau calon teman barumu adalah seorang gadis manis, mari berpikir mungkin saja ini jalan menemukan tulang rusukmu yang hilang itu.

2. Bangun pagi

Jangan jadi pemalas! Dalam sadar, kita sudah terlalu sering mengkhayal, jangan tambah itu dengan memperbanyak waktu tidurmu. Bangun pagilah. Jika anda seorang muslim, cobalah shalat subuh di masjid. Ini merupakan bagian menunjukkan eksistensi diri, siapa tahu di antara bapak-bapak itu ada yang punya anak gadis cantik yang mungkin akan kau taksir kelak. Bukankah tak ada yang tahu jalan jodoh?

Cobalah jalan pagi atau jika kamu sudah terbiasa lari, maka berlarilah. Mungkin lewat pencapaian lari yang kau share di media sosialmu, ada following/friend kamu yang juga gemar lari. Kalian bisa saling bertukar cerita lewat media sosial. Hal ini dapat membunuh kesunyianmu. Dan jika dalam aktivitas pagimu, Tuhan membawamu melihat gadis manis lagi menyapu halaman rumah, dekati dia! Jangan tambah penderitaannmu dengan menjadi jomblo yang tak percaya diri.

3. Membaca dan menulislah

Perbanyak membaca buku atau tulisan apapun itu. Seorang yang saya kagumi pernah berkata, “bahkan jika iblis menulis buku, saya akan membacanya.” Jangan batasi pemikiranmu hanya pada suatu hal, cobalah melihat dari berbagai sudut pandang, dan membaca membuatmu bisa menghabiskan waktu dengan bermanfaat. INGAT: bacalah berbagai pandangan, jangan hanya tulisan-tulisan sejenis karena bangsa ini sudah punya Jonru dan Felix. Jangan menambahnya. Menulislah karena itu bagian dari berbagi, walau kamu tidak akan seterkenal Kak Farchan, Kak Gita, atau Kak Topiq yang tulisannya dibaca dan dinanti puluhan, ratusan (bahkan mungkin ribuan) orang lebih. Ingatlah kamu menulis buat jiwamu, bukan buat mereka. Buat menghabiskan waktu dan berbagi cerita tentang hidupmu, mungkin tulisan itu kelak akan dibaca oleh anakmu, cucumu, cicitmu dan mereka bisa mengenalmu lewat tulisan.

Mulailah menulis sekarang juga karena Birokreasi lagi mengadakan lomba kontributor, siapa tahu kamu bisa memenangkan hadiah tiket pulang pergi ke rumahmu yang penuh kehangatan itu. Lumayan membantumu “mencicil” pesawat, bis, atau kereta.

Segera tandaskan kopimu kawan, segeralah berdoa. Ingatlah bahwasanya di atas “dewa-dewa” yang mengatur nasib langkah kaki kita, ada Tuhan yang membolak balikkan hati mereka. Mereka masih punya hati kan?

Sebentar lagi, kawan.

***

Catatan :
tulisan ini memang ditulis khusus untuk PNS jomblo (baca: yang berbagi nasib yang sama dengan Admin Birokreasi).