Kuda Besi di Pelukan Sayap Ibu

Serangkaian kegiatan proyek kedua Birokreasi yang kami namai “Kuda Besi: Kumpulan Dongeng dan Fantasi Anak bersama Birokreasi” samar-samar mulai menampakkan garis finisnya ketika kami melakukan kalkulasi keuntungan penjualan buku antologi ini. Dari mulai pengumpulan gagasan, persiapan, pelaksanaan (lomba maupun pencetakan buku), promosi, hingga penjualan, bisa dibilang semuanya berjalan dengan lancar. Puji syukur, Alhamdulillah.

Kini tersisa satu prosesi lagi yang harus kami jalani supaya lekas tunai tanggung jawab atas amanah yang telah diberikan kepada kami. Keuntungan penjualan tersebut (ditambah buku, boneka tangan, dan boneka jari) harus segera disumbangkan, dan memang seperti itulah yang sebenarnya kami inginkan. Akan tetapi, melulu, jarak dan waktu menjadi kendala bagi kami dan lagi-lagi susah untuk disiasati. Kami yang masing-masing tersebar di Jakarta, Bekasi, Belitung, Jambi, dan Lombok dengan kesibukan masing-masing harus bersabar menanti saat yang tepat.

Sebenarnya bisa saja sumbangan tersebut langsung kami kirimkan melalui transfer bank dan jasa ekspedisi tanpa perlu repot-repot mendatangi Yayasan Sayap Ibu Yogyakarta. Namun kami sadar bahwa sumbangan ini bukan dari kami semata. Sumbangan ini berasal dari banyak pihak yang masih peduli dengan kehidupan anak-anak telantar di sana dengan turut berpartisipasi dalam proyek ini, Entah itu dengan mengikuti lomba dongeng, membantu gethok tular, maupun yang telah bersedia membeli buku. Maka dari itu kami merasa perlu dan wajib untuk mempertanggungjawabkan amanah yang telah dititipkan kepada kami ini.

Pun bagi Yayasan Sayap Ibu, kami mengerti betul bahwa yayasan ini bukanlah yayasan abal-abal. Tentunya diperlukan transparansi dalam sistem keuangan mereka, masuk maupun keluar, yang nantinya akan dipertanggungjawabkan pula kepada instansi pemerintah terkait dan juga kepada masyarakat.

Syahdan, kesempatan yang kami tunggu-tunggu itu datang juga ketika salah seorang di antara kami mengambil cuti untuk pulang ke kampung halamannya di Jogja, bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Segera kami persiapkan semuanya. Jumat, 2 Oktober 2014, 10 buku Kuda Besi, 10 boneka tangan, dan 10 boneka jari kami kirimkan melalui jasa ekspedisi. Sehari setelahnya, giliran uang sejumlah Rp 3.300.000,00 yang merupakan keuntungan hasil penjualan Kuda Besi kami transfer ke rekening Yayasan Sayap Ibu.

Selanjutnya Selasa pagi, 7 Oktober 2014, perwakilan kami menyambangi Yayasan Sayap Ibu Yogyakarta dengan ditemani Atika Ratnasari, runner up Kuda Besi yang kebetulan juga berasal dari Jogja dan sedang tidak memiliki kesibukan. Lebih kurang pukul 09.00 WIB motor kami sudah terparkir di halaman yang tak seberapa luas di tepian Jalan Rajawali 3, Pringwulung, Condongcatur, Depok, Sleman itu. Suasana masih sepi. Hanya sayup-sayup terdengar teriakan dan sorak-sorai anak-anak dari kejauhan di dalam sana. Tak berselang lama setelah pintu kaca gedung utama kami ketuk beberapa kali, seorang ibu keluar menyambut kami dan mempersilakan duduk.

Tanpa berlama-lama kami segera memperkenalkan diri serta menyampaikan maksud kedatangan kami. Tak lupa kami juga memperkenalkan Birokreasi dan Kuda Besi kepada beliau. Sungguh menyenangkan ketika mendapat respon yang begitu antusias dari beliau dan beberapa staf lainnya.

Pagi itu sembari sesekali membuka-buka buku Kuda Besi yang kebetulan dibawa oleh Atika, beliau bertukar banyak sekali cerita kepada kami. Tentang asal-usul dan kondisi anak-anak di sana. Tentang keorganisasian Yayasan Sayap Ibu. Tentang para pengurus dan perawat. Tentang suka duka mengurusi Yayasan Sayap Ibu. Pun  tentang keberadaan salah satu cabang yang berada terpisah  di Kalasan, di mana di sana merupakan tempat khusus merawat anak-anak dengan disabilitas ganda (mayoritas akibat aborsi yang gagal dilakukan oleh orang tuanya yang mengalami kehamilan tidak dikehendaki) dan tanpa diketahui latar belakangnya.

Waktu bergulir sampai salah seorang staf selesai mengonfirmasi kebenaran transfer bank dan memberitahukannya kepada kami. Beberapa saat setelahnya, kami undur diri. Namun sebelumnya, sebagai sebuah dokumentasi, kami menyempatkan diri berfoto dengan ibu yang sedari tadi menemani kami. Toh hanya satu foto itu yang kami bawa sebagai buah tangan. Tidak ada foto kami bersama anak-anak karena mereka sedang menjalani aktivitas hariannya.

Atika

Salam dan ucapan terima kasih kepada kami dari beliau yang mewakili Yayasan Sayap Ibu menjadi epilog kunjungan kami sekaligus pengantar kami berpamitan. Salam dan ucapan terima kasih yang melalui tulisan ini ingin kami hantarkan kepada kalian semua yang telah memberi kami tenaga untuk memacu Kuda Besi sampai ke pelukan Sayap Ibu.

Secara kesuluruhan pengelolaan hasil pemasukan dari Kuda Besi adalah sebagai berikut.

Pencetakan Buku Kuda Besi dan Pembelian Hadiah Langsung  Rp    5.880.859
Pembayaran Ongkos Konsinyasi  Rp        922.500
Pembelian Kemasan dan Ongkos Kirim  Rp        974.300
Hadiah Lomba Dongeng dan Resensi Kuda Besi  Rp    1.929.150
Buku dan Boneka Bonus  Rp        398.084
Sumbangan untuk Yayasan Sayap Ibu, Yogyakarta  Rp    3.227.107
Total Penjualan Kuda Besi  Rp  13.332.000

Grafik

Tabik,
Birokreasi.