Kuda Besi: Sebuah Pengantar Sebelum Kau Membeli Buku

“Setiap gua yang terhubung ke laut, pasti memiliki aliran air di dasarnya. Dan ketika air dari stalagtit gua menetes jatuh ke aliran itu, terdengar suara kecipak yang nyaring dan jernih. Berdenting pelan.Suara alam itu ditangkap oleh butiran embun di dalam gua.”

Salah Satu Ilustrasi di Dongeng "Cita-Cita si Peri Kecil"

Bagaimana kiranya sebuah dongeng bagi anak-anak seharusnya bertutur? Jauh sebelum peluit karnaval Kuda Besi resmi dibunyikan, kami sempat memberikan beberapa, katakanlah, tips-tips dalam menyusun sebuah dongeng anak yang baik (sila dibaca di sini dan sini).
Akan tetapi di antara sekian banyak tips yang telah kami tuliskan itu, kami menyadari bahwa khittah sebuah dongeng tetaplah sebagai sebuah bacaan yang bisa memantik imajinasi dari para pembacanya. Ia sudah sewajarnya mampu membuat pembacanya berandai-andai, membayangkan bagaimana laku cerita di dalam kepala mereka, sambil sedikit memperkirakan seperti apa akhir dari cerita yang mereka baca. Tak peduli ia anak-anak, remaja yang mulai dewasa, atau para orangtua sekalipun. Karena itulah, kautahu, kami pun ingin agar buku Kuda Besi: Karnaval Dongeng dan Fantasi Anak Bersama Birokreasi tetap mengusung nafas tersebut sebagai benang merahnya.

Saat puluhan naskah dongeng masuk ke meja redaksi kami beberapa waktu silam, editor kami bekerja keras menyeleksi dan memilah-milah; manakah di antara naskah-naskah tersebut yang berhasil memenuhi benang merah tadi. Dari sekian banyak naskah yang masuk, kami kemudian mengerucutkannya menjadi dua puluh naskah yang terpilih dari masing-masing editor, untuk kemudian disusutkan lagi menjadi dua belas naskah terpilih yang lantas dibukukan. Tentu setelah melalui pelbagai proses sunting dan penambahan ilustrasi yang mendukung imajinasi pembacanya.

Syahdan, lahirlah buku Kuda Besi ini, sebagai manifesto dari ajakan bersenang-senang yang kami adakan tempo hari. Kedua belas cerita yang kami muat di dalamnya, adalah kisah-kisah menarik yang heterogen, imajinatif, serta (semoga saja) berhasil memenuhi ekspektasi kita semua, mengenai benang merah tadi. Walaupun, memang adalah hal yang lumrah, jika ekspektasi dari masing-masing individu bakal berlainan dan tak sepenuhnya identik.

Dibuka dengan cerita Maestro Kodok: Pemimpin Orkestra Padang Rumputyang kutipan paragraf pembukanya kami nukil di atasKuda Besi langsung berlari kencang dengan mengajak imajinasi pembacanya berlompatan mengikuti petualangan Maestro Kodok yang berusaha menyempurnakan orkestra padang rumput pimpinannya demi menyambut datangnya musim penghujan.
Berturut-turut setelahnya ada Cita-cita Si Peri Kecil, Si Putih dan Wortel Impian yang begitu menarik, serta Kisah Sepotong Roti, dan Kimuzu yang Pemarah, yang berhasil menyelipkan pesan-pesan moral di setiap ceritanya dengan begitu subtil.

Sementara itu, dalam Dongeng Empat Saudara dan juga Ranting Penyihir, kau akan diajak berkelana dalam dunia yang penuh dengan keajaiban dan sihir-sihir yang menakjubkan. Tentang kisah empat bersaudara yang berpetualang mencari letak Pohon Harapan, sebuah pohon yang konon dapat mengabulkan segala macam permintaan yang kauinginkan. Juga tentang Bogozi dan teman-temannya yang gemar bermain-main dengan ranting penyihir. Sebuah ranting ajaib yang bisa berubah menjadi apa saja dan menemani mereka melakukan permainan-permainan yang menyenangkan.

Pada cerita Desas-desus Si Buaya dan Fahrel Si Semut Congkak, Kuda Besi ingin membawa serta kau menengok kembali dunia fabel yang penuh dengan interaksi dan tingkah polah dari pelbagai macam hewan di dalamnya, serta pelajaran-pelajaran berharga yang bisa dipetik dari kehidupan mereka. Sebuah purwarupa dari dongeng klasik, yang begitu digemari serta mampu memberikan impresi yang melekat di benakmu, bahkan hingga kau dewasa.

Begitu juga dengan kisah Nula dan Peri Kue serta Puteri Angsa Putih, di mana kau akan singgah sejenak di dalam istana kerajaan dan juga dunia peri yang lekat dengan serbuk-serbuk imajinasi.

Dan sebagai penutup karnaval, Kuda Besi menampilkan Otak Cemerlang Piliang yang menghadirkan pertunjukan kecerdasan seorang Piliang dalam memecahkan teka-teki tentang misteri hilangnya harta kerajaan. Sebuah penutup yang tak hanya mengasyikkan, tetapi juga membuatmu sedikit memutar otak demi memecahkan teka-teki yang sedang dihadapi Piliang.

Ketahuilah bahwa beberapa paragraf di atas mestinya bukanlah sebuah kesan atau impresi yang absolut dan mutlak, yang dihasilkan ketika kau selesai membaca buku Kuda Besi: Karnaval Dongeng dan Fantasi Anak Bersama Birokreasi. Sebab toh semua orang bisa saja mempunyai kesan yang berbeda-beda tentang segala sesuatu. Dan kau pun merdeka untuk melakukan hal itu.

Jika saja kau kemudian mempercayai apa yang kami tulis di atas, dan kemudian menjadi terkesan, dan kemudian menjadi tertarik untuk ikut membeli buku Kuda Besi inibisa untuk kaubaca sendiri atau hendak dihadiahkan kepada adik, keponakan, atau orang-orang yang disayangkami tentu saja akan sangat senang dan berterima kasih.

Namun jika saja kau kemudian menjadi ragu-ragu atau sedikit sangsi terhadap beberapa paragraf di atas, entah karena sebab apa pun itu, yang bisa kau lakukan untuk membuktikan bahwa kami keliru, salah satunya, adalah dengan membeli buku ini, kemudian membacanya sampai habis dan kemudian membandingkan bagaimana impresi yang kauperoleh dengan apa yang kami tulis di atas. Dan mengenai hal tersebut, kami pun juga akan tetap senang dan berterima kasih juga. Sebab jika saja kalian telah lupa, kami akan senang hati mengingatkan bahwa semua keuntungan yang diperoleh dari penjualan buku ini akan kami sumbangkan kepada Yayasan Sayap Ibu Yogyakarta.

Jadi, tunggu apa lagi? Klik ini untuk tahu cara memesannya. Dan pesan buku ini, sekarang juga!

Tabik,
Birokreasi.