Pengumuman Pemenang dan 15 Pengirim Pertama

Surat Edaran
Nomor      : SE-04/Birokreasi/2013
Perihal      : Pengumuman Pemenang dan 15 Pengirim Pertama
Lampiran :  –

Pompipul persilakan para pengunjung pakai pernak-pernik pesta dari pojok-pojok paviliun. Para ponakan petantang-petenteng petik permen-permen dari pangkal pohon palem di pelataran. Penyuka pahat-pahatan perhatikan patung-patung pejabat penting di palang pintu. Penggemar piano pandangi penampilan pemainnya di panggung persegi. Pagi ke petang, para pengunjung penasaran pada pertunjukan puncaknya. Di penghujung pesta, Pompipul panggil penguin dan pinta para pengunjung panjat punggung penguin. Semuanya seluncuran sampai sebuah saung seluas stadion sepak-bola. Pompipul pengin perlihatkan pabrik percetakan buku Kuda Besi.

Yang melakukan adalah boneka-boneka jari. Awalnya, kawanan gajah merah muda jedot-jedotkan kepala ke pohon-pohon pinus. Pohonnya patah. Kemudian binatang besar itu pijak-pijak potongan-potongan pohon patah sampai sepipih papan. Agar terus bersemangat selama bekerja, para gajah sesekali bertepuk tangan.

 Tepuk gajah!

Injak-injak!

(Mereka menginjak-injakkan kaki ke bumi sampai berdebam-debum).

Kipas-kipas!

 (Mereka mengibas-ngibaskan telinga sampai angin berembus)

Semprot-semprot!

 (Mereka menyemburkan air dari belalai)

Oeeeee!

 (Mereka berdiri dan mengacungkan belalai)

Segerombolan panda dan kuda nil mengunyah-ngunyah potongan pipih pohon pinus itu. Tidak ditelan, tapi dimuntahkan kembali. Dari mulut mereka, potongan pohon jadi seperti adonan donat. Para kelinci mengambil adonan itu. Mereka meratakannya di loyang selebar lapangan sepak bola. Agar jadi tipis, mereka menggilasnya dengan penggiling adonan sepanjang tiang listrik. Adonannya langsung kering jadi kertas.

Para beruang mengeluarkan cakarnya. Mereka berjejeran di kertas. Ada barisan yang berjalan ke utara, ada yang ke barat. Sambil mundur mereka memotong kertas dengan cakar setajam pisau. Sama sekali tidak ada yang bertabrakan. Jadilah kertas-kertas seukuran buku. Pinggirannya ada yang berantakan. Para tikus menggigiti bagian-bagian itu. Pinggiran kertas yang berantakan jadi rata dan rapi.

Para anjing menumpuk kertas-kertas itu jadi buku. Mereka juga membawanya ke bebek. Bebek mencabut bulunya. Bebek memakai bulunya untuk menulis cerita dongeng dan fantasi 12 besar di kertas tadi. Kalau tintanya habis, bebek-bebek itu memanggil sapi-sapi hitam. Para sapi langsung mengerti. Mereka berdiri dan mengucurkan tinta hitam dari puting susunya. Sapi-sapi yang lain seperti pelangi, berwarna-warni. Warna kulitnya sewarna dengan tinta yang keluar dari puting susunya. Mereka juga bertugas untuk mewarnai sampul bukunya. Semprat-semprot! Crot!

Sampul sudah jadi. Isi sudah selesai. Kini kodok dan katak yang bekerja. Mereka punya lidah yang sangat lengket. Serangga tak bisa lepas kalau tertangkap lidah mereka. Tapi di pabrik itu mereka pakai lidah mereka untuk menempelkan kertas-kertas ke sampul buku. Jilat-jilat! Tempel-tempel! Jadilah buku Kuda Besi.

Semua proses selesai. Ketujuh puluh lima boneka jari tersebut berlarian di tengah-tengah kerumunan. Mereka mencari para pemberani yang berhasil menjadi lima belas pengirim pertama. Lima boneka jari mendekati setiap pemberani. Wajah mereka ditampilkan di atap. Semua orang bisa melihat. Pompipul meneriakkan nama mereka.

  1. Amirul Ulum @SantriSarang5
  2. Angelina Enny @mbak_yu
  3. Atika Ratnasari @atikaraa
  4. Gracia @GraciaAbigail
  5. Hasan Irsyad @ha_iy
  6. Iden Wildensyah @idenide
  7. Irfan R. Darajat @irfanrd
  8. Johan Wibawa @JohanWibawa
  9. Khoirulli Umah @khoirulliumah
  10. Laily Rachmawati @lelylilo
  11. Mendra Ardani
  12. Muhammad Priyantarno @priyantarno
  13. Resi Try Adeline @resitryadeline
  14. Rosa Linda @mae_roseku
  15. Wahyu Widyaningrum

Semua orang tepuk tangan dan berseru. Ada yang bersiul nyaring seperti meniup peluit. Kelima boneka jari mengangkat para pemberani. Yang di sekeliling berebut salaman dengan mereka.  Di tengah riuh-rendah itu, melesat sepuluh buku yang terbuat tinta emas. Mereka melesat seperti komen. Punya ekor cahaya. Kalau diperhatikan benar-benar, terlihat huruf-huruf bergulingan di ekor cahaya itu. Mereka terpecah menjadi tiga kelompok dan tiba-tiba muncul piala terbang di tengah mereka. Kelompok pertama: ada dua buku dan piala juara tiga, kelompok lain: ada tiga buku dan piala juara dua, kelompok terakhir: ada lima buku dan piala juara satu.

“Inilah buku-buku ajaib,” kata Pompipul. “Mereka punya jalan cerita pilihan orang-orang yang memilikinya. Kelompok-kelompok buku itu akan berhenti di tempat orang yang berhak mendapatkannya.”

 Kelompok pertama: dua buku dan piala juara tiga jatuh kepada:

Atika Ratnasari dengan judul “Otak Cemerlang Piliang”

Kelompok kedua: tiga buku dan piala juara dua jatuh kepada:

Sabrina Intan Zoraya dengan judul “Cita-Cita Si Peri Kecil”

 Kelompok terakhir: lima buku dan piala juara pertama jatuh kepada:

 Wahyu Widyaningrum dengan judul “Ranting Penyihir”

Kemudian seluruh buku Kuda Besi mengepak-ngepakkan sampulnya. Mereka terbang dan mendarat di semua orang. Di akhir Pompipul berpesan. Mereka bisa menggunakan Kuda Besi sebagai alat pulang. Tidak hanya itu, buku Kuda Besi juga bisa mewujudkan khayalan-khayalan pemiliknya. Juga kahayalan anak-anak yang dibacakan ceritanya sebelum tidur.

“Terakhir dari kami,” Pompipul berpamitan. “Selamat bersuka ria untuk yang merayakan natal.”

Semua orang beranjak keluar pintu. Kakak dan adik berdiskusi dengan ayah. Akhirnya mereka sepakat untuk pulang sendiri-sendiri. Adik pulang dengan perosotan pelangi. Kakak pulang dengan belalang raksasa yang bisa melompat dari atap ke atap gedung lain sampai ke halaman rumah mereka. Ayah pulang dengan daun lebar yang berayun-ayun tenang sampai di permukaan tanah.