Pengumuman 12 Besar Naskah Kuda Besi

Surat Edaran
Nomor      : SE-03/Birokreasi/2013
Perihal      : Pengumuman 12 Besar Naskah Kuda Besi
Lampiran :  –

[dropcap]A[/dropcap]dik dan kakak keluar rumah, berlompat-lompat tak sabaran sampai ke sekolah. Saat merapatkan pagar depan, mereka terheran. Mereka tersentak, sampai mangap terbelalak. Segerombolan capung terbang dekat kaki. Berwarna-warni. Ada merah hati, hijau suji, dan kuning padi. Adik ingat kakaknya pernah dengan paksa menempelkan capung di pusarnya. Padahal ia sudah merontak-ronta. Kaki ditendang-tendangkan, tangan direntang-rentangkan. Tetap saja kakak membiarkan capung itu mencakar-cakar pusarnya sampai bentol. Kata kakak biar adik tak mengompol. Sedangkan kakak teringat ucapan ayah hari sebelumnya. Beliau berkata.

 Capung-capung terbang dekat.

Dikejar burung-burung kelaparan.

Tebaklah dengan tepat.

Sebentar lagi akan turun hujan.

Namun seingat adik, capung-capung terbang di atas kepala, bukan di dekat kakinya. Mereka mendongak ngeri, melihat awan-awan berlari. Warnanya kelam, seperti santan bubur kacang hijau saat dimasukkan ketan hitam. Mereka terpana, berdiri diam di tempatnya. Awan-awan seperti tumpah, makin cepat makin dekat tanah. Mereka tunggang-langgang, pontang-panting, mondar-mandir berteriak memanggil ayah, memberitahukan awannya jatuh. Capung-capungnya kocar-kacir, kesana-kemari. Ayah heran apa yang terjadi. Ketika keluar rumah, ayah terperangah. Awan bergulung-gulung di permukaan tanah. Mereka menapakinya. Rasanya seperti menginjak bantal busa. Mereka berjalan di sana. Orang-orang di kompleks mereka juga. Anjing mereka melompat keluar ingin bermain bersama. Sayang anjingnya tenggelam dalam awan, kakinya menginjak tanah bukan awan seperti mereka. Anjing itu melompat balik masuk rumah. Mobil dan motor juga tergenang dalam awan. Manusia saja yang bisa berjalan di sana.

Setetes air muncrat tepat di depan mereka. Adik menahannya, tetapi air tersebut tetap melayang ke angkasa. Makin lama makin banyak air yang muncrat, menyerupai gerimis, tapi terbang ke langit. Adik dan kakak berputar-putar menikmati keajaiban itu. Ayah sudah memperingatkan untuk tetap dekat-dekat dengannya. Ia cemas. Menurutnya peristiwa itu janggal. Ia belum pernah mengalami seumur hidupnya. Adik dan kakak terdiam ketika mereka rasakan awannya bergetar. Ayah menghampiri dan menggenggam tangan mereka. Kemudian naiklah hujan yang sangat-sangat deras sampai mereka basah. Sampai mereka terangkat ke angkasa.

Naik, naik, mereka bisa melihat atap rumah. Naik, naik, mereka bisa melihat sekolah. Naik, naik, mereka bisa melihat pantai di sana. Naik, naik, rumah-rumah jadi seperti rumah monopoli. Naik, naik, rumah jadi titik-titik di bawah. Kakak dan adik berteriak, “Aku terbang! Aku terbang!” Ayah berusaha tenang, berusaha agar tak ada yang lepas pegangan. Tetangga-tetangga juga beterbangan didorong hujan yang naik.

Di atas ada awan lagi. Mereka menembusnya. Plop! Begitu bunyinya ketika mereka muncul di atas awan itu. Mereka terjatuh di permukaannya. Untung empuk seperti kasur. Mereka sampai memantul. Setelah berdiri, mereka berada di sebuah ruangan besar seperti gelora senayan. Angin hangat berembus lewat. Baju mereka langsung kering. Orang-orang kebingungan. Mereka bergumam-gumam ada apa gerangan.

Sebuah suara terdengar menggema. Langkahnya berdebam-debum. Dari balik pintu setinggi pohon beringin muncul seorang raksasa. Perutnya bulat, rambutnya keriting, hidungnya merah seperti badut ulang tahun. Ia tersenyum, mengucapkan salam, tangannya melambai-lambai, “Halo-halo hai, hola-hola hiaaa!” Ia terpejam dan berdeham. Lalu membuka mata dan mulai bernyanyi. Adik dan kakak yakin nyanyiannya mirip lagu burung kakak tua, tapi liriknya berbeda.

 Namaku Pompipul.

Suka dongeng bagus.

Kalian berkumpul.

Agar tahu yang lulus.

Tek dung, tek dung, tek dung tralala.

Tek dung, tek dung, tek dung tralala.

Tek dung, tek dung, tek dung tralala.

Panggil para jagoan!

  1. Khoirulli Umah @khoirulliumah Si Putih dan Wortel Impian
  2. Mendra Ardani — Puteri Angsa Putih
  3. Mira Handayani @miramorf Dongeng Empat Saudara
  4. Sabrina Intan Zoraya @zor_aya  Cita-Cita Si Peri Kecil
  5. Cut Nita Meutia @acut_CNM Fahrel Si Semut Congkak
  6. Mia Fitriana @miaafee Nula Dan Peri Kue
  7. Wahyu Widyaningrum Ranting Penyihir
  8. Marsella Widjaja @lalawidjaja Kimuzu Yang Pemarah
  9. Eugenia Rakhma @eugeniarakhma Desas Desus Si Buaya
  10. Atika Ratnasari @atikaraa Otak Cemerlang Piliang
  11. Angelina Yulyanti Kisah Sepotong Roti
  12. Iffatu Wardani @iffadani Maestro Kodok: Pemimpin Orkestra Padang Rumput

Semua orang bertempuk tangan sampai bergema. Orang-orang yang ada di dekat mereka langsung memberikan salam selamat. Adik dan kakak tetap senang walau nama ayah tak ada di sana. Semua pemenang sudah berdiri di panggung. Tepuk tangan makin meriah. Pompipul mengangkat tangan, semua langsung tenang. Ia menepuk tangan dan dari balik pintu keluarlah boneka-boneka jari berbentuk hewan. Semuanya ada tujuh puluh lima, jenis hewannya ada sepuluh: gajah, bebek, katak, tikus, sapi, panda, anjing, kuda nil, kelinci, dan beruang putih. Pompipul bernyanyi lagi. Kali ini lagunya mirip lagu ABCD.

 Kupilih tiga orang.

Untuk jadi pemenang.

Siapakah mereka?

Tunggu saja jawabnya.

 

Lima belas pertama

dongeng yang kuterima.

Mereka pemberani.

Dapat boneka jari.

Siapakah mereka?

Tunggu saja jawabnya.

Kini kita berdendang.

Semuanya bergoyang.

  • Khoirulli Umah

    admin- itu alamat twitter saya salah, yang benar @khoirulliumah bukan @khoirulli

  • angelina enny

    Dear admin. Nomor 11 namaku angelina enny . Twitterku @mbak_yu tks. 😉