Wanita di Ujung Sana

Tolong berhenti.
Sebuah bajaj butut, nan renta.
Mencoba berkeliaran dalam penat ibukota.

Ah, sudahlah.
Ini semakin meracau.
Otakku meracau mencoba meraba.
Persepsi dan norma menjadi tak berguna.

Wahai wanita di ujung sana.
Namamu mengisyaratkan keindahan.
Entah, apa artinya.
Tapi, aku menyukai kenaifan otak dan perilakuku.

Tengoklah.
Sampaikan salam perkenalan.
Mungkin akan tersongsong ceria.