Nostalgia Berpuasa: Resensi atas Kumpulan Cerpen “Panggilan Rasul”

Mengambil judul dari salah satu cerita pendek di dalam buku ini, Hamsad Rangkuti kembali hadir di depan khalayak sastra Indonesia dengan kumpulan cerpennya, “Panggilan Rasul”. Seperti ciri yang telah membesarkan namanya di dunia sastra, Hamsad Rangkuti memilih untuk tetap mengusung tema religi dalam bukunya kali ini. Cerpen-cerpennya pun masih sama, tentang seputar kehidupan agama ala kaum-kaum kelas menengah ke bawah, yang seringkali luput dari perhatian. Walaupun, “Panggilan Rasul” terasa lebih spesifik, karena kebanyakan cerita di dalamnya mengusung tema puasa atau lebaran.

Cerpen utama di dalam buku ini, Panggilan Rasul (1962), berkisah tentang seorang keluarga kikir yang dua anaknya meninggal karena sunat. Khawatir kematian anak-anak mereka disebabkan oleh sifat pelit yang dimiliki oleh sang ayah, maka pada sunatan anak mereka yang ketiga, nazar pun diucapkan. Mereka berharap dengan nazar tersebut Lasuddin, anak ketiga yang tengah disunat itu, akan selamat. Di akhir, humor khas Hamsad kembali keluar untuk meredakan ketegangan pembaca.

Dan begitulah benang merah yang akan kita temui dalam buku ini. Cerpen-cerpen di dalam “Panggilan Rasul” akan membuat kita sejenak terperangah. Kisah-kisah keseharian yang terlihat biasa saja menjadi begitu menarik dibawakan. Alur yang runut dan mengalir mampu menghanyutkan pembaca ke dalam pikiran para tokoh di dalam kumpulan cerpen ini. Dalam Santan Durian (1999) contohnya, ingatan tokoh utama tentang masa kecilnya saat ayahnya marah kepada tetangga, digambarkan begitu baik sehingga pembaca dapat merasakan juga ketakutan yang dirasakan sang tokoh.

Selain itu, mitos-mitos yang berkembang dalam masyarakat berhasil digubah Hamsad menjadi sudut yang asyik untuk dijadikan objek cerita.  Seperti yakinnya ayah Lasuddin kepada sumpah serapah orang-orang yang tak pernah disedekahinya, misalnya.

Dalam cerita lain, Lailatul Qadar (1988),  Hamsad menonjolkan kepercayaan orang bahwa di malam Lailatul Qadar kita bisa menemukan pohon kelapa (bahkan monas!) merunduk hingga mendekati tanah sehingga kita dapat mengambil buah kelapa juga emas monas dengan mudah. Atau juga tentang kepercayaan bahwa kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan selalu mendapatkan balasan tanpa pernah kita minta, yang dikisahkan lewat Ayahku Seorang Guru Mengaji (2003).

Hal menarik lainnya adalah ironisme dan gaya satir yang dimunculkan di sela-sela plot utama. Selain itu, kerap pula ditemui lelucon yang memelintir jalan cerita agar pembaca tak melulu terfokus pada hal-hal yang terlalu serius. Dan yang paling memikat, Hamsad membuat pembaca menyetujui pesan moral yang dibawakan tanpa harus merasa digurui dan didikte oleh kemauannya.

– – –

Empat belas cerpen yang kebanyakan digambarkan dengan latar belakang Ramadhan ini terangkum dari koleksi lama maupun baru Hamsad. Antologi Ramadhan ini menjadi oase penyejuk dan mengingatkan kita pada nuansa Ramadhan yang begitu khusyu’. Membaca cerpen demi cerpen dalam buku ini adalah mengumpulkan kepingan-kepingan kenangan akan Ramadhan pada masa lampau, di mana teknologi dan kesibukan manusia tak terasa begitu rapat. Seperti ketika kita sedang menanti berbuka puasa, sembari berbincang-bincang santai dengan karib. Tak perlu merasa gelisah, apalagi terburu-buru.

Dituturkan secara renyah, kisah religius yang menjadi pokok tema justru cenderung terlihat lebih humanis dan menggelitik karena kita bisa melihat islam dari sudut pandang yang berbeda. Penikmat cerpen yang telah lama mengikuti cerpen-cerpen Hamsad tentu telah paham bagaimana realisme khas beliau bekerja. Puluhan tahun pengabdian sebagai cerpenis dengan berbagai gelar serta penghargaan membuat Hamsad Rangkuti patut dikedepankan saat kita tengah mencari sosok panutan dalam dunia sastra Indonesia. Untuk itu, meskipun banyak disebut-sebut kalau Hamsad tidak hadir dengan kualitas terbaiknya dalam “Panggilan Rasul”, rasanya penggemar sastra kurang lengkap jika melewatkan “Panggilan Rasul” sebagai koleksi bacaannya.

panggilan-rasul

Judul buku : Panggilan Rasul

Pengarang : Hamsad Rangkuti

Penerbit : KPG

Halaman : v + 163 hlm