#7HariMenulis, Sebuah Penutup

Terus terang, kami bingung harus memulai tulisan ini dari mana. Senang, haru, dan semangat yang menggebu jadi satu. Tadinya, #7HariMenulis hanya diniatkan sebagai ajang pemanasan para admin untuk memulai berbagai kegiatan yang kelak akan kami rencanakan untuk umum. Akan tetapi, ketika ide itu kami gulirkan melalui twitter, serentak beberapa akun menunjukkan minatnya untuk bergabung dan menyebar kegiatan tersebut kepada kawan-kawan mereka. Jadilah #7HariMenulis ini seperti yang kita ketahui bersama.

Peserta yang membeludak dan antusiasme yang luar biasa besar membuat admin kewalahan —harus menjadi semacam panitia dadakan dan tetap menulis sebagai individu yang berpartisipasi dalam acara ini. Kira-kira begitulah, kami selaku admin @birokreasi menjalani 7 hari ke belakang memiliki tuntutan tambahan spesifikasi agar bisa multitasking. Itu belum lagi ditambah fakta bahwa kami adalah para pekerja di belakang meja (dalam hal ini, maksud dan tujuan dari dibuatnya Birokreasi akan kami jelaskan di kesempatan lain) yang harus berada di kantor menyelesaikan pekerjaan dari pukul 07.30 hingga pukul 17.00 setiap harinya, kecuali hari libur.

Tetapi, katakanlah jika kami memang merasa kerepotan, maka kerepotan itu sungguh lah tidak ada artinya dibandingkan dengan kegembiraan yang kami rasakan. Banyaknya peserta yang terus menerus mengajak kami berbincang melalui twitter dan semangat yang mereka tunjukkan ketika mengikuti #7HariMenulis membuat kami terus-menerus merasa disuntik adrenalin dalam dosis tinggi. Sebuah doping alami yang kami harap tidak menimbulkan efek samping—seperti habisnya stamina setelah ajang ini usai.

Terima kasih buat seluruh partisipan. Baik mereka yang secara konsisten menulis 7 hari berturut-turut, atau hanya beberapa, ataupun juga satu-dua hari. Bahkan mereka yang tidak mempunyai waktu menulis karena sedang berhalangan namun tetap menyempatkan untuk membaca tulisan para peserta. Merekalah yang harus diapresiasi dan diberi podium untuk merayakan pesta menulis 7 hari kemarin. Sesungguhnya ini adalah pesta dari, oleh, dan untuk—izinkan kami menyebut pronomina sepihak ini—kita semua. Untuk itulah, dalam pesta yang diselenggarakan secara sederhana ini, marilah kita angkat gelas dan bersulang, meski secara maya. Mari kita terjun ke “lantai dansa” di mana kita bisa melanjutkan pesta kita, yakni pesta menulis.

Secara khusus, kami mengucapkan terima kasih banyak kepada beberapa akun dengan jumlah follower besar, seperti @skripsit dan @deritamahasiswa, yang telah membantu mempromosikan acara #7HariMenulis sehingga pesta yang kami adakan ini menjadi lebih meriah. Menyitir iklan salah satu produk rokok di televisi : nggak ada lo nggak rame sob!

Selain itu, di samping pesta, #7HariMenulis mau tidak mau menjadi sebuah lapangan berkumpul di mana banyak dari kita yang tadinya tak saling mengenal, memperoleh ruang untuk beranjangsana. Saling berkenalan dan menambah rekan. Sebagai ajang untuk berbagi, terutama berbagi tulisan dan pengalaman. Melalui ajang inilah kita jadi tahu bahwa ada beberapa kawan kita yang begitu bersemangat menulis meski sedang sakit. Seperti @arswendy yang hiperteroid, atau bahkan @shiromdhona yang sangat menggebu dan memaksakan diri untuk menulis di sela-sela kemoterapi yang sedang ia jalani. Maka, tulisan yang kami buat ini adalah sekaligus sebagai doa dan harapan agar kesembuhan segera datang pada mereka yang sedang sakit sehingga kita semua bisa melakukan aktivitas dengan lancar dan bisa menulis kembali.

Walau belum sempat bertatap muka, setidaknya ajang ini dapat dipakai untuk kami mengenal para partisipan dengan lebih jauh. Dapat dipakai untuk bersilaturahmi dan berbincang dengan akrab. Begitu vitalnya fungsi silaturahmi ini hingga kita semua akan menyadari bahwa ketika ajang #7HariMenulis ini usai, kita telah dipertemukan dengan kawan-kawan baru, dengan tulisan-tulisan renyah mereka yang sangat melecut semangat kami, semangat kita semua. Karena, sejatinya menulis adalah bersenang-senang.

Mengakhiri tulisan ini, izinkanlah kami mengulang ucapan terima kasih dan salam hormat kepada semua partisipan dan meminta maaf karena kami selaku admin @birokreasi belum bisa mengorganisir acara dengan maksimal. Kami berjanji, di kesempatan lain, kami yang memang berniat akan membuat ajang sejenis dengan konsep yang berbeda, akan lebih mengoptimalkan tenaga dan pikiran kami semua agar dapat terlaksana dengan lebih baik.

Tabik!

— @birokreasi

p.s:untuk mengetahui siapa saja yang mengikuti #7HariMenulis beserta tulisannya, sila menuju ke sini.